Pendahuluan Assignment Titasi

Langsung ke konten utama

Komentar

A. Definisi Struktur Sosial

Secara harfiah, struktur bisa diartikan sebagai susunan atau bentuk. Struktur tidak harus dalam bentuk fisik, ada pula struktur yang berkaitan dengan sosial. Menurut ilmu sosiologi, struktur sosial adalah tatanan atau susunan sosial yang membentuk kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat. Susunannya bisa vertikal atau horizontal.

Para ahli sosiologi merumuskan definisi struktur sosial sebagai berikut:
  1. George Simmel: struktur sosial adalah kumpulan individu serta pola perilakunya.
  2. George C. Homans: struktur sosial merupakan hal yang memiliki hubungan erat dengan perilaku sosial dasar dalam kehidupan sehari-hari.
  3. William Kornblum: struktur sosial adalah susunan yang dapat terjadi karena adanya pengulangan pola perilaku undividu.
  4. Soerjono Soekanto: struktur sosial adalah hubungan timbal balik antara posisi-posisi dan peranan-peranan sosial.

B. Hakikat Struktur Sosial

Suatu sistem sosial tidak hanya berupa kumpulan individu tetapi juga berupa hubungan-hubungan sosial dan sosialisasi yang membentuk nilai-nilai dan adat istiadat sehingga terjalin kesatuan hidup bersama yang teratur dan berkesinambungan.

Struktur sosial adalah cara bagaimana suatu masyarakat terorganisasi dalam hubungan-hubungan yang dapat diprediksikan melalui pola perilaku berulang antar individu dan antar kelompok dalam masyarakat tersebut. Struktur sosial dapat diartikan sebagai jalinan antara struktur-struktur sosial yang pokok yaitu kaidah-kaidah / norma-norma sosial, lembaga-lembaga sosial dan lapisan-lapisan sosial.

Dari difinisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa setiap struktur social yang muncul dalam kehidupan masyarakat dapat terjadi karena ada unsur-unsur sebagai berikut:

a. Individu

Individu sebagai pembentuk masyarakat dalam hal ini juga bertindak sebagai pembentuk struktur social. Tidak ada struktur socialpun yang yang dapat berdiri sendiri tanpa peranan individu-individu dalam masyarakat.

b. Interaksi

Walaupun sederhana pola interaksi antarindividu dalam masyarakat juga membentuk struktur social. Disinilah akan ditentukan apakah struktur social yang terbentuk akan mengarah pada integrasi atau disintegrasi

Adapun elemen dasar dari struktur sosial itu adalah sebagai berikut:

1. Status sosial
Status sosial merupakan kedudukan atas posisi sosial seseorang dalam kelompok masyarakat. Status sosial terbagi menjadi tiga yaitu sebagai berikut:

a. Ascribed Status
Status yang diperoleh secara otomatis atau dengan sendirinya, karena kelahiran atau keturunan.
Contoh: gelar kebangsawanan, jenis kelamin
b. Achieved Status
Status yang diperoleh dengan usahanya sendiri.
Contoh: gelar kependidikan.
c. Assigned Status
Status yang didapatkan karena jasa-jasanya yang tertentu.
Contoh: pemberian gelar kepahlawanan, piagam penghargaa dll.

2. Peran sosial
Peran sosial adalah seperangkat harapan terhadap seseorang yang menempati suatu posisi atau status sosial tertentu.

3. Kelompok
Kelompok adalah sejumlah orang yang memiliki norma – norma ,nilai-nilai,dan harapan yang sama , serta secara sadar dan teratur saling interaksi.

4. Institusi/lembaga
Institusi adalah pola terorganisai dan kepercayaan dan perilaku yang dipusatkan pada kebutuhan tertentu.

C. Ciri-ciri Struktur Sosial

1. Muncul pada kelompok masyarakat
Struktur sosial hanya bisa muncul pada individu-individu yang memiliki status dan peran. Status dan peranan masing-masing individu hanya bisa terbaca ketika mereka berada dalam suatu sebuah kelompok atau masyarakat.Pada setiap sistem sosial terdapat macam-macam status dan peran indvidu. Status yang berbeda-beda itu merupakan pencerminan hak dan kewajiban yang berbeda pula.

2. Berkaitan erat dengan kebudayaan
Kelompok masyarakat lama kelamaan akan membentuk suatu kebudayaan. Setiap kebudayaan memiliki struktur sosialnya sendiri. Indonesia mempunyai banyak daerah dengan kebudayaan yang beraneka ragam. Hal ini menyebabkan beraneka ragam struktur sosial yang tumbuh dan berkembang di Indonesia.

Hal-hal yang mempengaruhi struktur sosial masyarakat Indonesia adalah sebagai berikut:

a. Keadaan geografis
Kondisi geografis terdiri dari pulau-pulau yang terpisah. Masyarakatnya kemudian mengembangkan bahasa, perilaku, dan ikatan-ikatan kebudayaan yang berbeda satu sama lain.

b. Mata pencaharian
Masyarakat Indonesia memiliki mata pencaharian yang beragam, antara lain sebagai petani, nelayan, ataupun sektor industri.

c. Pembangunan
Pembangunan dapat memengaruhi struktur sosial masyarakat Indonesia. Misalnya pembangunan yang tidak merata antra daerah dapat menciptakan kelompok masyarakat kaya dan miskin.

3. Dapat berubah dan berkembang
Masyarakat tidak statis karena terdiri dari kumpulan individu. Mereka bisa berubah dan berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Karenanya, struktur yang dibentuk oleh mereka pun bisa berubah sesuai dengan perkembangan zaman.

Ada juga ciri strukur social menurut ahli lain diantaranya:

a. Bersifat abstrak
b. Terdapat Dimensi Horisontal dan Vertikal
c. Sebagai landasan sebuah proses sosial dalam suatu masyarakat

D. Jenis – jenis struktur sosial (Dilihat Dari Sifatnya)

1. Struktur sosial Kaku
suatu struktur sosial yang tidak dapat diubah dan anggota masyarakat menghadapi mobilitas sosial.
2. Struktur sosial Luwes
Suatu struktur sosial yang dimana para anggota masyarakat mempunyai kebebasan dalam melakukan mobilitas sosial dan perubahan.
3. Struktur sosial Formal
Struktur sosial yang yang diakui keberadaanya oleh pihak berwenang
4. Struktur sosial InFormal
Struktur sosial yang nyata keberadaanya tetapi tidak memiliki ketetapan hukum serta tidak diakui oleh lembaga dan pihak berwenang

E. Fungsi Struktur Sosial

1. Fungsi Identitas
Struktur sosial berfungsi sebagai penegas identitas yang dimiliki oleh sebuah kelompok. Kelompok yang anggotanya memiliki kesamaan dalam latar belakang ras, sosial, dan budaya akan mengembangkan struktur sosialnya sendiri sebagai pembeda dari kelompok lainnya.

2. Fungsi Kontrol
Dalam kehidupan bermasyarakat, selalu muncul kecenderungan dalam diri individu untuk melanggar norma, nilai, atau peraturan lain yang berlaku dalam masyarakat. Bila individu tadi mengingat peranan dan status yang dimilikinya dalam struktur sosial, kemungkinan individu tersebut akan mengurungkan niatnya melanggar aturan. Pelanggaran aturan akan berpotensi menibulkan konsekuensi yang pahit.

3. Fungsi Pembelajaran
Individu belajar dari struktur sosial yang ada dalam masyarakatnya. Hal ini dimungkinkan mengingat masyarakat merupakan salah satu tempat berinteraksi. Banyak hal yang bisa dipelajari dari sebuah struktur sosial masyarakat, mulai dari sikap, kebiasaan, kepercayaan dan kedisplinan.

F. Bentuk Struktur Sosial

Bentuk struktur sosial terdiri dari stratifikasi sosial dan diferensiasi sosial. Masing-masing punya ciri tersendiri.

1. Stratifikasi Sosial

Stratifikasi berasal dari kata strata atau tingkatan. Stratifikasi sosial adalah struktur dalam masyarakat yang membagi masyarakat ke dalam tingkatan-tingkatan.

Ukuran yang dipakai bisa kekayaan, pendidikan, keturunan, atau kekuasaan. Max Weber menyebutkan bahwa kekuasaan, hak istimewa dan prestiselah yang menjadi dasar terciptanya stratifikasi sosial. Adanya perbedaan dalam jumlah harta, jenjang pendidikan, asal-usul keturunan, dan kekuasaan membuat manusia dapat disusun secara bertingkat. Ada yang berada di atas, ada pula yang menempati posisi terbawah.

Berdasarkan sifatnya

Stratifikasi sosial dapat dibagi menjadi 3:

a. Stratifikasi Sosial Tertutup
Adalah stratifikasi sosial yang tidak memungkinkan terjadinya perpindahan posisi (mobilitas sosial)
b. Stratifikasi Sosial terbuka
Adalah stratifikasi yang mengizinkan adanya mobilitas, baik naik ataupun turun. Biasanya stratifikasi ini tumbuh pada masyarakat modern.
c. Stratifikasi Sosial Campuran
Hal ini bisa terjadi bila stratifikasi sosial terbuka bertemu dengan stratifikasi sosial tertutup.

Anggotanya kemudian menjadi anggota dua stratifikasi sekaligus. Ia harus menyesuaikan diri terhadap dua stratifikasi yang ia anut.

Dalam kehidupan masyarakat terkadang tingkatan individu dapat mengalami perubahan karena adaanya mobilitas social. Yang mana bentuk-bentuk mobilitas sosial:

a. Mobilitas Sosial Horizontal
Di sini, perpindahan yang terjadi tidak mengakibatkan berubahnya status dan kedudukan individu yang melakukan mobilitas.
b. Mobilitas Sosial Vertikal
sosial yang terjadi mengakibatkan terjadinya perubahan status dan kedudukan individu.
Mobilitas sosial vertikal terbagi menjadi 2:
• Vertikal naik
Status dan kedudukan individu naik setelah terjadinya mobilitas sosial tipe ini.
• Vertikal turun
Status dan kedudukan individu turun setelah terjadinya mobilitas sosial tipe ini.
c. Mobilitas antargenerasi
Ini bisa terjadi bila melibatkan dua individu yang berasal dari dua generasi yang berbeda.
d. Mobilitas Intergenerasi
Ini hanya melibatkan satu individu, yang dilihat dari perubahan status dan kedudukannya dari satu waktu ke waktu.

Faktor-faktor yang mempengaruhi stratifikasi sosial atau kriteria yang dijadikan ukuran untuk mengelompokkan anggota masyarakat antara lain sebagai berikut:

a. Dasar ekonomi/kekayaan

Berdasarkan status ekonomi yang dimilikinya, masyarakat dibagi menjadi:

1) Golongan Atas
Termasuk golongan ini adalah orang-orang kaya, pengusaha, penguasan atau orang yang memiliki 1 penghasilan besar.
2) Golongan Menengah
Terdiri dari pegawai kantor, petani pemilik lahan dan pedagang.
3) Golongan Bawah
Terdiri dari buruh tani dan budak.

• Kelas atas, yaitu orang-orang yang karena penghasilan atau kekayaannya dengan leluasa dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya
• Kelas menengah, yaitu orang-orang yang karena penghasilan dan kekayaannya dapat leluasa memenuhi kebutuhan hidup mendasarnya, tetapi tidak leluasa untuk kebutuhan-kebutuhan lainnya.
• Kelas bawah, yaitu orang-orang yang dengan sumberdaya ekonominya hanya dapat memenuhi kebutuhan hidup mendasarnyanya, tetapi tidak leluasa, atau bahkan tidak mampu untuk itu.

b. Dasar pendidikan

Orang yang berpendidikan rendah menempati posisi terendah, berturut-turut hingga orang yang memiliki pendidikan tinggi. Status sseorang juga ditentukan oleh penguasaan atau keahlian khusus lain seperti dalam bidang agma, ketrampilan, kesaktian dll.

c. Dasar kekuasaan

Stratifikasi jenis ini berhubungan erat dengan wewenang atau kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang. Semakin besar wewenang atau kekuasaan seseorang, semakin tinggi strata sosialnya. Penggolongan yang paling jelas tentang stratifikasi sosial berdasarkan kekuasaan terlihat dalam dunia politik.

d. Keturunan

Keturunan yang dimaksud adalah keturunan yang berdasarkan kebangsawanan atau kehormatan bukan kekayaan atau kekuasan. Ketururnan bangsawan biasanya akan menempati lapisan atas.

Dampak adanya stratifikasi sosial:

a. Dampak Positif

Orang yang berada pada lapisan terbawah akan termotivasi dan terpacu semangatnya untuk bisa meningkatkan kualitas dirinya, kemudian mengadakan mobilitas sosial ke tingkatan yang lebih tinggi.

b. Dampak Negatif

Dapat menimbulkan kesenjangan sosial

Unsur penting dalam stratifikasi sosial adalah status. Apakah status? Status adalah Posisi atau kedudukan atau tempat seseorang atau kelompok dalam struktur sosial masyarakat atau pola hubungan sosial tertentu.

Status seseorang dapat diperoleh sejak kelahirannya (ascribed status), diberikan karena jasa-jasanya (assigned status), atau karena prestasi dan perjuangannya (achived status). Masyarakat modern lebih menghargai status-status yang diperoleh melalui prestasi atau perjuangan, masyarakat feudal lebih menghargai status yang diperoleh sejak lahir.

Apakah kelas sosial?

• Segolongan orang yang menyandang status relatif sama
• Memiliki cara hidup tertentu
• Sadar akan privelege (hak istimewa) tertentu, dan
• memiliki prestige (gengsi kemasyarakatan) tertentu

Apakah simbol status?
• Simbol “sesuatu” yang oleh penggunanya diberi makna tertentu
• Ciri-ciri/tanda-tanda yang melekat pada diri seseorang atau kelompok yang secara relatif dapat menunjukkan statusnya
• Antara lain: cara berpakaian,cara berbicara, cara belanja, desain rumah, cara mengisi waktu luang, keikutsertaan dalam organisasi, tempat tinggal,cara berbicara, perlengkapan hidup, akses informasi, dst.

Konsekuensi perbedaan status dalam pelapisan sosial masyarakat?
• Cara hidup (cara berfikir, berperasaan dan bertindak) yang berbeda: sikap politik, kepedulian sosial, keterlibatan dalam kelompok sosial, dst.). Ingat: PS = f(S + K), bahwa perilaku sosial pada dasarnya merupakan fungsi dari struktur sosial dan kebudayaan. Jawablah: mengapa seorang individu menyebut orangtuanya sebagai mama dan papa, bukan ayah dan ibu, bukan bapak dan ibu, atau bapak dan simbok?
• Prestige (gengsi/kehormatan sosial) yang berbeda
• Privilege (hak istimewa) yang berbeda
• Peluang Hidup Yang Berbeda

2. Diferensiasi Sosial

Menurut Soerjono Soekanto, diferensiasi sosial adalah penggolongan masyarakat atas perbedaan-perbedaan tertentu yang biasanya sama atau sejajar. Seperti perbedaan suku, agama, ras, bahasa dl.
Diferensiasi social ditandai oleh cirri-ciri berikut ini:
• Ciri fisik : warna kulit, bentuk muka, rambut , hidung, mata dsb
• Ciri social : peran social, status social, prestise dan kekuasaan dsb
• Ciri budaya : agama, kepercayaan, bahasa, kesenian, profesi, pakaian, dsb

Adzan wahiddien menjelaskan pengelompokan dalam masyarakat terbentuk atas delapan criteria diferensiasi sosial, antara lain:

1. Diferensiasi Ras

Ras adalah suatu kelompok manusia yang memiliki cirri-ciri fisik bawaan yang sama. Diperensiasi ras adalah pengelompokan masyarakat berdasarkan ciri-ciri fisiknya.

Secara garis besar manusia terbagi kedalam ras-ras sebagai berikut:

a. Menurut A..L. Krober
1) Austroloid, mencakup penduduk asli Australia (Aborigin).
2) Mongoloid
- Asiatik Mongoloid (Asia Utara, Asia Tengah dan Asia Timur).
- Malayan Mongoloid (Asia Tenggara dan Penduduk Asli Taiwan).
- American Mongoloid (Penduduk asli Amerika).
3) Kaukasoid
- Nordic (Erofa Utara, sekitar Laut Baltik).
- Alpine (Erofa Tengah dan Erofa Timur).
- Mediterania (sekitar Laut Tengah, Afrika Utara, Armenia, Arab, Iran).
- Indic (Pakistan, India, Bangladesh, Sri Langka).
4) Negroid
- African Negroid (Benua Afrika).
- Negrito (Afrika Tengah, Semenanjung Malaya yang dikenal dengan nama orang Semang, Filipina).
- Malanesian (Irian, Melanesia).
5) Ras-ras Khusus (tidak dapat diklasifikasikan kedalam empat ras pokok)
- Bushman (gurun Kalahari, Afrika Selatan).
- Veddoid (pedalaman Sri Langka, Sulawesi Selatan).
- Polynesian (kepulauan Micronesia, dan Polinesia).
- Ainu ( di pulau Hokkaido dan Karafuto Jepang).

b. Menurut Ralph Linton
1) Mongoloid
Ciri-ciri:
- Kulit kuning sampai sawo mateng
- Rambut lurus
- Bulu badan sedikit
- Mata sipit (Asia Mongoloid)
• Mongoloid Asia : Sub Ras Tionghoa (Jepang, Vietnam, Taiwan)
Sub Ras Melayu (Malaysia, Filipina, Indonesia)
• Mongoloid Andian (orang Indian di Amerika)
2) Kaukasoid
Ciri-ciri:
- Hidung mancung
- Kulit putih
- Rambut pirang sampai coklat kepirang kehitaman
- Kelopak mata lurus
• Ras Nordic
• Alpin Mediteran
• Armenoid
• India
3) Negroid
Ciri-ciri:
- Rambut keriting
- Kulit hitam
- Bibir tebal
- Kelopak mata lurus

Indonesia didiami oleh bermacam-macam Sub Ras, antara lain:

• Negrito, suku Semang di Semenanjung Malaya dan sekitarnya.
• Veddoid, suku Sakai di Riau, Kubu di Sumatra Selatan, Toala dan Tomuna di Sulawesi.
• Neo Melanosoid, kepulauan Kei dan Aru.
• Melayu:
- Melayu Tua (Proto Melayu), orang Batak, Toraja dan Dayak.
- Melayu Muda (Deutro Melayu), orang Aceh, Minang, Bugis/Makasar.

2. Diferensiasi Suku Bangsa (Etnis)

Menurut Hassan Shadily MA, suku bangsa atau etnis adalah segolongan rakyat yang masih dianggap mempunyai hubungan biologis.

Diferensiasi suku bangsa merupakan penggolongan manusia berdasarkan ciri-ciri biologis yang sama, seperti ras, namun suku bangsa memiliki kesamaan budaya sebagai berikut:
- Ciri fisik
- Bahasa daerah
- Kesenian
- Adat-istiadat

Suku bangsa yang ada di Indonesia yaitu sebagai berikut:
• Pulau Sumatra : Aceh, Batak, Minangkabau, Bengkuku, Jambi, Palembang, Melayu dan sebagainya.
• Pulau Jawa : Sunda, Jawa, Tengger dan sebagainya.
• Pulau Kalimantan : Dayak, Banjar dan sebagainya.
• Pulau Sulawesi : Bugis, Toraja, Minahasa, Toil-Toli, Makassar, Bolaang-mangondow, Gorontalo dan sebagainya.
• Kepulauan Nusa Tenggara : Bali, Bima Lombok, Flores, Timoer, Rote.
• Kepulauan Maluku dan Irian : Ternate, Tidore, Dani Asmat.

3. Diferensiasi Klen (Clan)

Klen / kerabat luas / keluarga besar. Klen merupakan kesatuan keturunan (genealogis), kesatuan kepercayaan (religiomagis) dan kesatuan adat (tradisi). Klen adalah system social berdasarkan ikatan darah atau keturunan yang sama umumnya terjadi di masyarakat unilateral baik melalui garis ayah (patrilineal) atau ibu (matrilineal).

a. Klen atas dasar garis keturunan ayah (patrilineal) terdapat pada:
- Masyarakat Batak (sebutan Marga)
- Marga Batak Karo : Ginting, Sembiring, Singarimbun, Barus, Tambun, Paranginangin.
- Marga Batak Toba : Nababan, Simatupang, Siregar.
- Marga Batak Mandailing : Harahap, Rangkuti, Nasution, Batubara, Daulay.
- Masyarakat Minahasa (klennya disebut Fam) antara lain : Mandagi, Lasut, Tombokan, Pangkarego, Paat, Supit.
- Masyrakat Ambon (klennya disebut Fam) antara lain : Pattinasarani, Latuconsina, Lotul, Manuhutu, Goeslaw.
- Masyarakat Flores (klennya disebut Fam) antara lain : Fernandes, Wangge, Da Costa, Leimena, Kleden, De-Rosari, Paeira.
b. Klen atas dasar garis keturunan ibu (matrilineal) antara lain terdapat pada masyarakat Minangkabau, klennya disebut suku yang merupakan gabungan dari kampung-kampung, nama klennya antara lain : Koto, Piliang, Chaniago, Sikumbang, Melayu, Solo, Dalimo, Kampai dan sebagainya.
- Masyarakat Flores, yaitu suku Ngadu juga menggunakan system matrilineal.

4. Diferensiasi Agama

Diferensiasi agama adalah pengelompokan masyarakat berdasarkan agama/kepercayaannya. Di Indonesia kita mengenal agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghuchu, dan kepercayaan lainnya.

5. Diferensiasi Profesi (pekerjaan)

Diferensiasi profesi adalah pengelompokan masyarakat atas dasar jenis pekerjaan atau profesinya. Profesi biasanya berkaitan dengan keterampilan khusus. Misal profesi guru memerlukan keterampilan khusus, seperti: pandai berbicara, bisa membimbing, sabar dan sebagainya. Perbedaan profesi akan mempengaruhi pola sikap dan prilaku dalam masyarakat Komunitas guru akan berbeda dengan komunitas pedagang, dokter, atau profesi lainnya.

6. Diferensiasi Jenis Kelamin

Jenis kelamin merupakan kategori dalam masyarakat yang didasarkan pada perbedaan fisisk biologis. Perbedaan biologis ini dapat kita lihat dari struktur organ reproduksi, bentuk tubuh, suara, dan sebagainya. Atas dasar itu maka ada kelompok laki-laki/pria dan kelompok wanita/perempuan.

7. Diferensiasi Asal Daerah

Diferensiasi ini merupakan pengelompokan manusia berdasarkan asal daerah atau tempat tinggalnya, desa atau kota. Terbagi menjadi:
- Masyarakat desa : kelompok orang yang tinggal di pedesaan atau berasal dari desa.
- Masyarakat kota : kelompok orang yang tinggal di perkotaan atau berasal dari kota.
Perbedaan orang desa dengan orang kota dapat ditemukan dalam hal-hal berikut:
- Perilaku
- Tutur kata
- Cara berpakaian
- Cara menghias rumah dan sebagainya.

8. Diferensiasi Partai

Diferensiasi partai adalah perbedaan masyarakat dalam kegiatannya mengatur kekuasaan negara, yang berupa kesatuan-kesatuan social, seazas, seideologi dan sealiran.

G. PENGARUH BENTUK- BENTUK STRUKTUR SOSIAL DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT

1. Pengaruh stratifikasi sosial antara lain:
  1. Cara Berpakaian
  2. Tempat Tinggal
  3. Cara Berbicara
  4. Pendidikan
  5. Kegemaran dan Rekreasi
2. Pengaruh Diferensiasi sosial antara lain :
  1. Rasialisme
  2. Etnosentrisme
  3. Kesombongan religius
  4. Primordialisme
  5. Sektarian (politik Aliran)

H. Unsur-Unsur Sosial dalam Struktur Sosial

Unsur-unsur sosial yang pokok dalam struktur sosial yang pokok menurut Soerjono Soekanto adalah sebagai berikut:
  1. Kelompok sosial.
  2. Kebudayaan.
  3. Lembaga sosial.
  4. Stratifikasi sosial.
  5. Kekuasaan dan wewenan
Oleh sebab itu,struktur sosial sesungguhnya merupakan alat bagi masyarakat untuk menyelenggarakan tata kehidupan sehingga struktur sosial tersebut memiliki fungsi.
  • Dapatkan link
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Google+
  • Email
  • Aplikasi Lainnya
  • Dapatkan link
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Google+
  • Email
  • Aplikasi Lainnya

Silabus Mata Kuliah Kimia Analisa (TK 091223) – 4 SKS

Tujuan Pembelajaran:

Mahasiswa mempelajari dasar - dasar analisis kimia anorganik secara kualitatif dan kuantitatif, prinsip dasar instrumentasi dan konsep analitis untuk menganalisa material, dan mampu menganalisa komposisi material secara kualitatif dan kuantitatif dengan metode konvensional atau instrumental.

Kompetensi:

  1. Mahasiswa memahami dasar-dasar analisa kimia anorganik
  2. Mahasiswa mampu melakukan analisa kimia anorganik
  3. Mahasiswa mampu berkomunikasi secara lisan dan tulisan serta mampu bekerja sama dalam tim

Pokok Bahasan:

Pendahuluan, Kesetimbangan asam-basa, Titrasi asam-basa, Titrasi Reduksi-Oksidasi, Titrasi pengendapan dan pembentukan kompleks, Analisa Gravimetri, Analisa Spektrofotometri, Analisa Kromatografi dan Analisa Potensiometri

Pustaka:

Utama

  1. Svehla, G., “Vogel’s Texbook of Macro and Semimicro Qualitative Inorganic Analysis”, 5th ed., Longman, London and New York, 1979.
  2. Svehla, G., “Vogel’s Qualitative Inorganic Analysis”, 7th ed., Longman, England, 1996.
  3. Jeffery, G.H., J. Bassett, J. Mendham,  R.C. Denney, “Vogel’s Texbook of Quantitative Chemical Analysis”, 5th ed., Longman Scientic& Technical, UK, 1989.
  4. Day, R.A. & A.L. Underwood, “Quantitative Analysis” 6th ed., Prentice Hall, USA, 1991.
  5. Harris, D.C., “Quantitative Chemical Analysis”, 7th ed., W.H. Freeman and Company, New York, USA, 2007.

Pendukung

  1. Gary, D. Christian, “Analytical Chemistry”, 4th ed., John Wiley and Son, 1986
  2. Mc Murry Fay, “Chemistry”, 3rd ed, Prentice Hall, 2001
  3. Jurnal yang berhubungan dengan metode titrasi dan analisa menggunakan instrumentasi

0 thoughts on “Pendahuluan Assignment Titasi”

    -->

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *